Buku Being and Existence: Ada dan Eksistensi dalam Pandangan karya Alparslan Acikgenc membahas dialektika ontologi dengan mempertemukan dua tradisi besar: filsafat eksistensialisme Barat modern (Martin Heidegger) dan filsafat Islam (Mulla Sadra). Buku ini mengupas hakikat terdalam manusia sebagai entitas yang sadar akan keberadaannya.
Buku ini membahas sejarah dan kejatuhan tragedi Yunani Kuno, dengan fokus pada ketegangan antara dorongan Apollonian yang teratur dan Dionysian yang kacau. Nietzsche berpendapat bahwa seni, terutama musik dan drama Yunani awal, memberikan penghiburan metafisik yang menyelamatkan manusia dari penderitaan eksistensial. Buku ini juga berisi manifesto budaya yang mendorong kebangkitan semangat Dion…
Buku ini mneghadirkan panduan mengasah potensi dalam diri kita, meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat karakter, mengasah mental, sampai dengan memperbanyak pengalaman hidup. Selain itu buku ini juga menyajikan pengetahuan seputar kepemimpinan. Bagaimana mengendalikan kelompok, bagaimana cara kita dalam memimpin, hingga bagaimana menyelesaikan konflik.
Buku ini merupakan buku pegangan dalam logika. buku ini menjawab pertanyaan lengkap sekaligus sederhana. buku ini juga mebahas mengenai teknik evaluari argumen, serta aplikasi lohika dalam berbagai konteks seperti diskusi, debat, dan analisis media.
Buku ini membahas tentang bagaimana kemampuan otak kita supaya dapat di program untuk melakukan 2 atau lebih perintah dalam satu waktu bersamaan atau bisa di sebut dengan multitasking. multitasking memanga bukan mengerjakan beberapa tugas sekaligus, melainkan bergantian. buku ini bukan hanya mengupas mengenai multitasking, melainkan juga cara mengimplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Buku ini berisi tentanga penelitian yang mendalam secara realitas dan problematis. diantara temuannya sungguh mengejutkan. dalam perjalanan panjang sejarah manusia, deras terjadi betapa diri sendiri juga bisa menjadi sumber keteasingan untuk dirinya sendiri.
Dalam Puitika, Aristoteles menyajikan pikiran-pikirannya dengan bahasa yang sederhana sehingga pembaca dapat dengan jernih memahami isinya: bentuk plot dan perwatakan yang baik, rumitan, dan leraian, dan tentu perbedaan antara jenis-jenis puisi--tragedi, dithyramb, komedi, iambik, drama, ainos, diagramma, satir, poemata, epik, retorik, amphi geneseos, dan akustik.